Shortlisted
Deteksi Dini Kerentanan Kemiskinan Daerah Berbasis Indikator Ketenagakerjaan & Garis Kemiskinan
Angka kemiskinan resmi (P0) dirilis dua kali setahun (Maret & September) dengan jeda publikasi, sementara guncangan ketenagakerjaan dan kenaikan harga kebutuhan pokok memerlukan penargetan bantuan sosial adaptif yang lebih cepat.
Scoring
Used for prioritisation only — a high score is not proof the research is good.
Relevance (20%)
90
Data evidence (20%)
90
Impact (15%)
90
Data quality (10%)
85
Temporal / spatial coverage (10%)
85
ML potential (10%)
80
Novelty (5%)
70
Solo feasibility (10%)
85
Topic
Sosio-Ekonomi, Kemiskinan & Kerentanan Wilayah
Potential target
Persentase Penduduk Miskin (P0 / Var ID 184) atau Klasifikasi Risiko Lonjakan Kemiskinan
Potential features
- Gini Ratio (Var ID 98)
- Garis Kemiskinan Makanan vs Non-Makanan (Var ID 182)
- Tingkat Pengangguran Terbuka / TPT (Var ID 543)
- Pengeluaran Riil per Kapita Disesuaikan (Var ID 6)
- Rata-Rata Lama Sekolah (Var ID 5)
- Angka Harapan Hidup (Var ID 3)
Potential data
- BPS Panel Sosio-Ekonomi, Kemiskinan & Ketenagakerjaan
Limitations
- Survei Susenas agregat provinsi tidak menangkap disparitas mikro di tingkat desa tanpa integrasi Podes
Leakage risks
- Garis kemiskinan dan persentase kemiskinan dihitung dari survei Susenas yang sama sehingga perlu pembagian lag temporal yang ketat
Confidence
high
Decision
Shortlisted — Ketersediaan data panel 34 provinsi × 15 tahun (N×T ≈ 510) dan 514 kabupaten/kota sangat solid untuk pemodelan regresi panel dan klasifikasi risiko dini.